Kembaratani di Kangean (2)

5 Mei 2012 at 2:13 pm (Catatan Kembara Tani) (, )


Kesejahteraan versus Kelestarian Alam (Hutan)

Keberadaan sumber daya alam di Sumenep, khususnya Kangean, seharusnya mampu memberikan keuntungan secara ekonomi bagi masyarakatnya. Kekayaan alam seperti perikanan, gas alam, minyak, dan pariwisata bahari, dapat dikonversi menjadi sumber pendapatan masyarakat dan energi yang luar biasa besarnya bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.

Menurut laporan Direktorat Jendral Migas, Sumenep mengandung 6 trilyun kaki kubik gas (TCF), yang masih bisa digunakan untuk 30 tahun ke depan. Saat ini sudah ada 10 blok pertambangan migas yang dikerjakan oleh 10 kontraktor kontak kerja sama (KKKS). Dua di antaranya sudah berproduksi, yakni di Pagerungan dan Giligenting.  Minyak dan gas alam Sumenep mempunyai keunggulan kompetitif dibandingkan dengan wilayah lain di Jatim (Sumber: Dewan Pembangunan Madura). Sementara produksi perikanan tangkap dan budidaya perairan umum Sumenep mencapai 7.800 ton per tahun. Sumenep juga kaya ladang garam dan sari air laut (SAL), diperoleh dari sisa pembuatan garam yang mengandung multi mineral untuk bahan produksi Nigarin. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kembaratani di Kangean (1)

5 Mei 2012 at 1:46 pm (Catatan Kembara Tani) (, , )


Kangean Selayang Pandang

Kepulauan Kangean merupakan gugusan pulau yang terletak bagian paling timur  Pulau Madura, Laut Jawa. Kepulauan ini terdiri dari 60 pulau, dengan luas wilayah 487 km². Pulau-pulau terbesar adalah Pulau Kangean, Pulau Paliat dan Pulau Sepanjang. Kepulauan Kangean termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Sumenep, terletak pada posisi geografi 6°40′ – 7°20′ Lintang Selatan dan 115°20′ -116°00′ Bujur Timur, dibatasi oleh laut Bali, laut Jawa dan ujung timur Selat Madura.

Kabupaten Sumenep adalah kabupaten paling timur di Pulau Madura yang memiliki kekayaan sumber daya alam pulau terbesar di Provinsi Jawa Timur dibandingkan dengan beberapa kabupaten lainnya. Hal ini karena Sumenep memiliki luas lautan sekitar 45 persen dari luas lautan Provinsi Jawa Timur. Disamping itu, Sumenep pun memiliki 126 pulau (55 %) dari  229 pulau yang masuk wilayah Provinsi Jawa Timur.  Dan, dari 55 % keberadaan pulau-pulau itu, 79 % nya berada di wilayah Kepulauan Kangean, atau sekitar 45 % dari jumlah pulau yang ada di Jawa Timur berada di Kangean. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

MENYOAL VISI AGROPOLITAN KOTA BANJAR

14 Maret 2012 at 5:57 pm (Catatan Kembara Tani) (, , , , )


Semenjak Kota Banjar masih “dalam kandungan”, visi agropolitan ini sudah sering diperbincangkan dan menjadi salah satu hal yang disepakati oleh hampir seluruh komponen “Forum Pendiri” pada waktu itu.  Jujur saja, meski pun pada saat itu wujud Agropolitan seperti apa juga … “duka teuing” … :D.  Namun yang pasti, semua berharap dan berkeyakinan masyarakat tani Kota Banjar nantinya akan jauh lebih sejahtera dengan visi agropolitan tersebut.

Tidak dapat dipungkiri, Kota Banjar kini jauh lebih “cantik” dengan segala ornament kota dan prestasi yang mengiringinya. Duet kepemimpinan “Kang Dokter dan Mas Dim” telah dapat membuktikan bahwa Kota Banjar memang layak menjadi sebuah Kota.  Masalahnya, apakah Visi Agropolitan Kota Banjar yang dulu disepakati itu turut terwujud ? atau, hanya sekedar menjadi VISI Kota Banjar dengan realisasi yang juga masih “duka teuing” ? Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Agum Gumelar dan Jurus Katak Berenang

8 Desember 2011 at 11:07 am (Catatan Kembara Tani)


Pada suatu kesempatan dalam sebuah forum terbatas, Kang Agum Gumelar bercerita tentang detik-detik terakhir ‘kejatuhan’ Gus Dur. Tepatnya, saat Gus Dur ingin mengeluarkan Dekrit Presiden. Dari sekian banyak kalimat, ada satu kalimat yang membuat saya terhenyak dan lantas dicatat baik-baik dalam hati. Kalimat itu pun lantas menjadi pegangan saya selama ini.

Waktu itu Kang Agum mengatakan, “Prajurit yang baik selalu berupaya keras agar pimpinannya tidak salah mengambil langkah !”.  Kalimat yang sepertinya biasa saja, namun jika direnungkan dan diresapi dengan hati, justru inilah pangkal dari ‘lestarinya’ sebuah sistem yang dipandang menyengsarakan rakyat banyak.  Ketidak beranian seorang prajurit (baca: bawahan) untuk mengingatkan pimpinannya, oleh karena alasan apapun, merupakan penyakit yang biasa di banyak institusi.  Barangkali, termasuk institusi negara sekali pun, termasuk tentunya BUMN.   🙂 Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Lampu Kuning bagi Paradigma Implementasi PHBM

8 Desember 2011 at 11:05 am (Catatan Kembara Tani)


Pada sekitar pertengahan tahun 2000 (kalo tidak salah),  atas ijin Pak Sis (Siswono Yudhohusodo, saat itu Ketua Umum HKTI), saya menemui Pak Bambang Adji di kantor Perhutani.  Maksudnya, mengkomunikasikan “curhat” teman-teman petani penggarap lahan hutan negara yang dikelola oleh Perhutani.  Plus, desakan temen-temen penggiat Land reform yang memandang hutan sebagai objek yang juga harus di redistribusikan.

Saat itu, Pak Bambang Adji tengah semangat menggarap coorporate image Perhutani, menahan gempuran atmosphere reformasi yang (ada juga) menghendaki Perhutani dibubarkan.  Saya berkesempatan mendengarkan dan menyimak strategi yang tengah beliau susun untuk itu.  Salah satunya, implementasi PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat).  Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Inpres No 16 Tahun 2011 Tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran hutan dan Lahan

3 Desember 2011 at 8:26 am (Catatan Kembara Tani)


Dalam rangka Peningkatan Pengendalian Kebakaran hutan dan Lahan, Presiden SBY telah mengeluarkan Inpres No 16 Tahun 2011 Tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran hutan dan Lahan. Inpres yang dikeluarkan pada tanggal 30 November 2011 ini menginstruksikan kepada 9 menteri, jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BNPB, para gubernur dan bupati/walikota.

Lebih lengkapnya, silahkan untuk Download dokumen ini, semoga bermanfaat.

 

Salam.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

NOTA OPINI PERHUTANI WATCH

15 September 2011 at 9:37 pm (NOTA OPINI) (, , , )


PRESS REALESE

NOTA OPINI PERHUTANI WATCH

UNIT KERJA KHUSUS LSM MEDIA PEDULI LINGKUNGAN

( M E P E L I N G )

______________________________________________

Pemerintah harus Lebih Serius Mencermati Hutan Negara

Dalam Pengelolaan BUMN Kehutanan Perum Perhutani

Didasari niat luhur dan tulus untuk turut serta membangun, menjaga dan melestarikan sumberdaya hutan, khususnya di P. Jawa dan Madura, maka kami sampaikan kepada masyarakat luas Nota Opini kami, tentang Perlunya Mencermati lebih serius Pengelolaan Hutan Negara oleh BUMN Kehutanan Perum Perhutani.

1. Lembaga Swadaya Masyarakat “Media Peduli Lingkungan”, selanjutnya disebut MEPELING, adalah lembaga idependen yang mendedikasikan aktivitasnya untuk berpartisipasi dalam pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan.  Didirikan berdasarkan Akta Notaris Amir Hussein, SH. Nomor 29, Tahun 2002.  Secara khusus, MEPELING mendirikan Unit Kerja bernama Perhutani Watch dengan maksud turut serta membangun, menjaga dan melestarikan sumberdaya hutan dalam pengelolaan BUMN Kehutanan Perum Perhutani.

2. Keberadaan hutan negara di P. Jawa memiliki peran dan fungsi strategis bagi kehidupan sebagian besar rakyat Indonesia.  Pasalnya, P. Jawa dihuni oleh lebih dari 60 % penduduk Indonesia, sementara luasnya hanya sekitar 6 % saja dari luas seluruh wilayah NKRI.  Oleh karenanya, kondisi hutan Jawa sebagai sistem penyokong kehidupan masyarakat Jawa (suporting life system), harus menjadi tanggung jawab seluruh warga bangsa, khususnya masyarakat yang tinggal di Jawa.  Secara sederhana dapat disebutkan bahwa baik burukya kondisi hutan Jawa, akan sangat berpengaruh terhadap baik buruknya kondisi kehidupan masyarakat yang tinggal di Jawa. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »