LAYANG-LAYANG dan KEARIFAN SEBATANG POHON

16 Agustus 2008 at 8:05 pm (Salam Hormat,) (, , , , , )

HKTI Organisasi Pelangi

Sejak awal mula berdiri pada 1973 lalu, HKTI memang sebuah organisasi “Pelangi” yang dihasilkan dari spektrum warna kristalisasi 14 ormas tani.  HKTI lahir dalam sebuah pusaran politik yang tengah gandrung-gandrungnya stabilitas pembangunan, derasnya arus restrukturisasi organisasi sebagaimana juga telah dilakukan dikalangan kepartaian.  Sekedar mengingatkan, menurut Heroe Soeparto dalam Petani Bangkit ! (2004), HKTI merupakan hasil fusi dari ormas-ormas tani berikut :1. Warga Tani Kosgoro; 2. Rukun Tani Indonesia (RTI) SOKSI; 3. Gerakan Tani MKGR; 4. Persatuan Tani Nasional Indonesia (PETANI); 5. Persatuan Tani Nahdatul Ulama (PERTANU); 6. Ikatan Petani Pancasila (IP PANCASILA); 7. Kesatuan Tani Pancasila (KATA PANCASILA); 8. Pergerakan Tani (PERTA); 9. Gerakan Tani Indonesia (GTI); 10. Gerakan Tani Syarikat Islam (GERTASI); 11. Gerakan Tani Muslim Indonesia (GERTAMI); 12. Persatuan Tani Kristen Indonesia (PERTAKIN); 13. Sarikat Tani Indonesia (SAKTI); dan 14. Persatuan Tani Islam Seluruh Indonesia (PETISI).

Sepertinya, semuanya pun mafhum apabila para “fusioner” yang berwarna-warni ini kemudian melahirkan sebuah organisasi yang juga berwarna-warni, satuan-satuan warna penyusunnya tampak kental meski telah mengkristal.  Kristalisasi pelangi itu dituangkan dalam kesepakatan yang dicapai oleh Tim 9 pada tanggal 21 April 1973.  Tim Kerja yang berjumlah 9 orang dan bekerja marathon sejak dari tanggal 3 April 1973 di salah satu ruangan BAKIN Jl. Senopati, menghasilkan kesepakatan sebagai berikut :

  1. Perlu dilahirkan satu wadah organisasi tani yang bersifat nasional, berdaulat keluar dan kedalam.
  2. Organisasi tani ini harus merupakan hasil fusi (penyaturagaan) segenap ormas tani Indonesia yang menjadi anggota BKS Tani.
  3. Organisasi tani ini harus bersifat independen (mandiri) dalam arti tidak menginduk atau berafiliasi dengan organisasi lain apapun.
  4. Organisasi tani ini, harus tetap mencerminkan sebagai organisasi gerakan masa dengan ciri profesi ketanian.
  5. Organisasi tani ini bukan sebagai alat aparat pemerintah, tetapi sebagai Non Goverment Organisation (NGO).
  6. Organisasi tani ini bersendikan demokrasi atau kerakyatan.
  7. Organisasi tani ini secara tegas hanya berasaskan Pancasila. Baca entri selengkapnya »

Permalink 3 Komentar

Mutiara itu masih saja terpendam …

16 Agustus 2008 at 7:28 pm (Ada Petani di Malioboro, Puisi Hati) (, , , , , , , , , , )

Garuda, …

Aku melihat sunyi menari-nari di hatinya.

Ada kerinduan yang dalam bergelayut di jiwanya.

Ada harapan untuk membasuh rindu itu,

dan mengusir sunyi yang merayapi tepi-tepi pematang.

Tapi, …..

pada siapa tangan dilambaikan,

nada didendangkan dan suara diserukan.

Sederet tanya yang hanya mampu mereka jawab

dengan paduan bunyi palu dan pahatan beradu dengan batu.

“Benarkah memahat asa tak harus di Jantung Kota ?”

Hening semakin lirih bersama angin yang menyingkap rumbia.

Garuda, …

Mutiara itu masih saja terpendam, terinjak, …..

dan bahkan terlangkahi saat mereka pergi meninggalkan desanya.

Bunyi palu dan pahat yang beradu dengan batu, …..

terdengar sayup ditelan kelengangan ladang.

Putihnya batu-batu itu tak menyilaukan mata mereka, ….

atau mungkin juga malah tak mereka lihat.

Sementara Elang di angkasa terus berputar-putar dan sesekali menyambar.

Tak ada kurungan untuk berlindung, …..

bahkan kini tak ada lagi dedaunan rimbun yang jadi pelindung.

Satu-satu hilang diterkam Elang, ….

tanpa daya dan bahkan hampir tanpa upaya.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Izinkan Aku Garuda ku …

16 Agustus 2008 at 7:25 pm (Ada Petani di Malioboro, Puisi Hati) (, , , , , , )

Dari Merpati kepada Garuda

Garuda, …

Ada kerinduan di tengah kelengangan ladang,

Ada sunyi menari-nari ditepian pematang.

Kini, anak negeri semakin jarang kembali pulang,

yang ada, malah pergi memahat di negeri seberang.

Bilakah kau kepakan sayapmu di atas tanah yang retak?

Agar kemilau mutiara kembali tampak,

Agar suara penyerumu pun tak semakin serak,

Agar jantung bumi pertiwi kembali berdetak.

Jemput aku di batas angkasa,

dimana Elang melayang menyambar-nyambar.

Bawa aku ke tepi bumi,

dimana Elang menukik mencakar-cakar.

Izinkan aku membariskan taruna,

meski dengan sebatang ranting kering,

meski dengan seutas tali pancing.

Cukup aku berbalut merah dan putih.

Cukup aku berpelindung perisai di dadamu.

Izinkan aku memulai, Kebangkitan Anak Negeri !

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Rantai di Dadamu telah hilang sebelah …

16 Agustus 2008 at 7:12 pm (Ada Petani di Malioboro, Puisi Hati) (, , , , , , )

Dari Merpati Kepada Garuda

Garuda …

Rantai di dadamu telah hilang sebelah.

Gemerincingnya ku dengar di tanah yang merekah,

membatas langkah gontai di tengah sawah,

mengikat kaki petani yang terluka parah.

Bulir padi terus berguguran,

Kapas pun lepas berhamburan.

Kini Beringin tak lagi teduh menyejukan,

dan Bintang bersinar terlalu menyilaukan.

Aku masih menopang sayapmu,

dengan lidahku yang semakin kelu.

Aku pun masih membentang Pita dicengkramanmu,

dengan hatiku yang hampir beku.

Kemilau sabit menusuk jantung negeri,

dan hantaman palu meluluhkan pagar negara.

Terbanglah Garuda …. terbang …. terbang dan terus terbang,

dan jangan pernah hinggap,

sebelum selesai kupahat lengkap perisai di dadamu.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Merah dan Putih itu semakin lusuh …

16 Agustus 2008 at 7:08 pm (Ada Petani di Malioboro, Puisi Hati) (, , , , , , , )

Dari Merpati Kepada Garuda

Garuda, …

Merah dan Putih itu semakin lusuh …

Selusuh baju dan celana hitam petani pemilik negeri.

Tak terdengar lagi seruling gembala,

hanya deru mesin membelah dada.

Tak tampak lagi tubuh kekar dan gempal,

hanya tangan renta yang tertinggal.

Haruskah merah ku cerahkan dengan darah ?

atau Putih kugantikan dengan tulang belulang ?

agar Merah dan Putih itu dapat ku rajut ulang,

dan berubah tak selusuh baju dan celana hitam petani pemilik negeri.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.