Perubahan Iklim dan Pewarisan Kemiskinan di Desa Hutan

30 April 2011 at 4:21 pm (Catatan Kembara Tani, Perubahan Iklim) (, , , , , , )

Perubahan Iklim dan Kemiskinan

Rachmat Witoelar, Ketua Harian DNPI (Dewan Nasional Perubahan Iklim), menegaskan bahwa dampak negatif perubahan iklim semakin nyata dan terbukti telah menerpa di Indonesia.  Bukti dan dampak negatif tersebut telah disampaikan melalui the Indonesia Country Report on Climate Variability and Climate Change yang disusun oleh para ahli dari berbagai sektor dan institusi terkait, yang berisi ulasan analitis mengenai dampak perubahan iklim di Indonesia.

Bukti-bukti tersebut sesuai dengan hasil kajian secara global yang dilakukan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).  Menurutnya, dampak-dampak tersebut memiliki tantangan terhadap pembangunan dalam aspek lingkungan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan, serta terhadap pencapaian tujuan pembangungan Indonesia.

Sementara itu, Håkan Björkman, Country Director UNDP Indonesia, mengatakan bahwa perubahan iklim mengacam usaha penanggulangan kemiskinan di Indonesia dan pencapaian Target Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals – MDGs). Perubahan pola curah hujan akan mengurangi ketersediaan air untuk irigasi dan sumber air bersih. Kemarau panjang dan banjir akan menyebabkan gagal panen yang sangat berpengaruh terhadap sumber penghidupan petani. Perubahan iklim akan paling mempengaruhi orang miskin dan kelompok rentan lainnya yang bekerja pada bidang-bidang pertanian, wilayah pesisir, sekitar hutan, serta wilayah perkotaan. Baca entri selengkapnya »

Permalink 2 Komentar

Moratorium Hutan Alam dan Pohon Menangis di Temboro.

30 April 2011 at 4:09 pm (Catatan Kembara Tani, Perubahan Iklim) (, , , , , , )

Sepulang dari Pondok Al Fatah Temboro Magetan, saya mendapat nasehat yang sangat bijak dari Gus Amin, “Kang, pohon itu kalau ditebang menangis dan kalau tidak ditebang pun menangis”. Hal tersebut, dibenarkan oleh para Gus, termasuk Gus Anshori, salah satu pimpinan pondok yang memiliki santri menetap lebih dari 11.000 orang, dan jaringan yang mendunia.  Saya menemukan relevansinya dengan tulisan Mas Transtoto Handadhari.

Bagi saya, senior sekaligus guru saya ini memperingatkan adanya ketidak-siapan instrumen lain untuk menerima kebijakan Moratorium Hutan.  Saya memahaminya sebagai Moratorium bisa berhasil dan bisa juga gagal.  Semua tergantung dari kesiapan instrumen lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilannya.

Pendapat saya pribadi, tidak bisa dipungkiri bahwa semakin jelas kalau bangsa kita ini tidak memperlakukan hutan sebagaimana mestinya. Hutan dan segala yang ada didalamnya diciptakan Tuhan dengan manfaat yang seimbang, namun yang terjadi adalah keserakahan manusia merusak keseimbangan itu. Pohon ‘menangis’ jika ditebang sebelum waktunya, baik illegal maupun legal. Baca entri selengkapnya »

Permalink 2 Komentar

Bukan Al Gore, tapi Allah yang bilang Manusia Penyebab semua kerusakan ini.

25 Januari 2011 at 3:43 pm (Catatan Kembara Tani, Perubahan Iklim) (, , , , )

Catatan Kembaratani (2)

Masih ingat tentang “selimut” yang terus menumpuk, untuk menggambarkan pemanasan global di catatan pertama saya? Allah telah memberikan kita selimut yang cukup nyaman bagi seluruh mahluk-Nya di bumi ini.  Tapi, kita memilih cara sendiri untuk membuat kita nyaman dengan beragam “selimut” atas nama kemajuan teknologi industri, kebutuhan pangan, papan, sandang, transportasi, dan kemudahan hidup lainnya yang selama ini kita anggap ‘kenyamanan’.   Sepertinya, untuk membuat “selimut” kenyamanan ini, kita telah merasa lebih pandai dari Tuhan yang menciptakan diri kita sendiri. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Al Gore tengah ‘membaca’ ayat Al Qur’an

15 Januari 2011 at 3:52 pm (Catatan Kembara Tani, Perubahan Iklim) (, , , , )

“Kang, apa hasil latihan perubahan iklim dengan Al Gore? Crita dunk …” tanya seorang teman.  Pertanyaam singkat dan sederhana, namun tidak mudah bagi saya untuk menjawabnya dengan singkat dan sederhana pula.  Akan lebih mudah bagi saya untuk menyerahkan buku setebal hampir 450 halaman berjudul “Our Choice” yang ditulis Al Gore. Jika belum puas, masih bisa “melahap” “Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi”, buku setebal 350  halaman yang di tulis Pa Emil Salim.  Atau,  memperlihatkan 333 slide milik Al Gore dengan 27 video klip pendukungnya.  Dan, membiarkannya “pusing” sendirian. :)

Bagi saya, kesimpulan dari Paparan Al Gore dan yang lainnya, telah menguatkan fakta kejadian dari satu ayat dalam Al Qur’an , “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS ar-Rum [30]: 41).  Just it? Yup … bedanya, sekarang saya dapat menyebutkan lebih banyak contoh berdasarkan bukti dan fakta ilmiah.  Penjelasan logika atas apa yang selama ini kita rasakan sedang menimpa kita

Baca entri selengkapnya »

Permalink 2 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.