Danau Masa Lalu


Seringkali saya memperhatikan tingkah polah anak saya yang baru belajar berlarian.  Pada usianya yang masuk tahun kedua, sekarang anak saya sudah menjadi kembara kecil, merangkak dan berlarian kemana-mana, memegang apa saja yang ingin dipegangnya, jari telunjuk mungilnya menunjuk lurus ke arah apa saja yang ingin diambilnya, termasuk kegiatan rutinnya membuka etalase dan mengacak-ngacak pajangan benang, pita, retsliting dan apa pun yang ada didalamnya.  Jika dilarang, dia akan berteriak marah, mata sipitnya melotot lucu.  Jika ibunya memaksanya berhenti, sudah dipastikan dia akan berteriak protes lalu menyerang dengan menggigit tangan atau paha ibunya.  Jika sudah begitu, biasanya dia akan meminta pertolongan saya, merentangkan keduatangannya dan mengadukan perbuatan ibunya sambil terus ngomel sambil nangis.  Barangkali, dia sudah bisa merasakan bahwa saya lebih cenderung membiarkannya berbuat apa saja. Baca entri selengkapnya »

Salahkah jika harus Terpisah?

Seorang teman, pegawai Perum Perhutani, “mengadu” gara-gara tidak diijinkan Kanitnya untuk mengikuti pertemuan Serikat Pekerja yang baru lahir dengan jajaran Direksi.  Seperti biasa, saya hanya senyam-senyum mendengar gerutuannya.  Tidak disangka, puluhan sms pun masuk dengan nada yang hampir sama.  Beberapa mempertanyakan apa pendapat saya atas hadirnya 2 serikat karyawan di Perum Perhutani.

Saya pun menjwab dengan kalimat yang sama, seperti ini :

“Kawan, meskipun sama-sama zat cair, Air dan Minyak jelas-jelas akan lebih bermanfaat bila berada dalam dua wadah yang terpisah.  Tidak ada yang salah dengan keterpisahan.  Itu jalan untuk mengambil manfaat yang lebih besar.  Fastabikhul khoerot, Berlomba-lombalah dalam kebaikan”.

Dari sekian banyak yang balas, hanya satu yang membuat saya merenung.  Dia, menulis seperti ini :

“Kata-kata bijak hanya dapat dipahami oleh hati yang bijak pula.  Jika angkara memenuhi jiwa, maka hanya keserakahan yang memenuhi hatinya”.

Benarkah ?  Lantas, bagaimana halnya dengan amanah pengelolaan hutan Jawa yang ada ditangan kawan-kawan yang menyebut diri Rimbawan ini?  Janganlah sampai kawanku, rakyat mempertimbangkan lagi penyerahan amanah pengelolaan hutan negara ini, hanya karena keterpisahan yang tidak dapat dipahami dengan hati.

Salam Hutan Lestari.

Mengambil tanpa Mengurangi

Lingkungan adalah Hidup Kita

Saya sungguh sangat beruntung, lahir dan besar di lingkungan desa pantai pesisir selatan Jawa Barat, tepatnya Pantai Pangandran di Ciamis Selatan.  Sebuah desa teluk yang merupakan perpaduan nuansa kehidupan desa nelayan dan pertanian.  Eyang saya termasuk orang kaya, memiliki perahu, jaring, kebun kelapa dan hamparan sawah.  Ayah saya memiliki sebuah penginapan sederhana tepat di tepi pantai, beberapa meter disebelahnya terdapat hutan alam yang dikenal dengan nama Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Begitu banyak orang disekitar Eyang saya yang hidupnya sangat tergantung pada beliau.  Meskipun beliau itu kakek dan nenek dari ayah saya, tapi entah mengapa saya memanggil beliau berdua dengan sebutan Nene dan Aki (nenek dan kakek).

Saya besar dalam pengasuhan keduanya dan sekali lagi, saya sangat beruntung karena keduanya sangat memanjakan saya.

Masa kecil saya penuh berisi “permainan dan kenakalan” khas anak pantai di tepi hutan, interaksi dengan hutan dan laut lepas adalah keseharian saya.  Kucing-kucingan adalah permainan yang biasa dilakukan anak-anak, tapi kami melakukannya di atas pohon, melompat dari dahan ke dahan, saling kerjar dan menghindar, atau uji nyali bertatapan dan adu teriak dengan monyet di atas pohon.  Jika berhasil mengusir monyet, kami pun menepuk dada dan berteriak seperti Tarzan.  Kadang menelusuri gua dan sungai bening di dalam hutan, mandi di mata air atau air terjun yang langsung mengalir ke laut.

Jujur saja, sebenarnya saya dilarang masuk ke dalam hutan, karena Aki bilang di dalam hutan banyak sekali petilasan karuhun (nenek moyang) saya yang tidak boleh dirambah.  Mengambil sesuatu di hutan sangat dipantang, meskipun itu hanya sepotong ranting kering, jika nekad melakukannya dan ketahuan, Aki akan menjemur saya di halaman dan ditonton banyak orang. Baca entri selengkapnya »