Kinanti di Tepi Hutan Jati
“Untuk Saudaraku di Batas-batas Hutan Jawa”
Janganlah lelah menghentikan Jemarimu Saudaraku,
Teruslah Merenda Perubahan di sepanjang batas hutan.
Meski hanya berteman Mentari yang kian Temaram,
Meski Alunan Kinanti Terdengar Kian Sayup,
Menapaki Angin di Tepian Hutan Jati.
Jangan pernah berhenti Saudaraku,..
Karena Apa yang sudah kita mulai,
haruslah kita selesaikan Sendiri
ya…., Sendiri, meski Sendiri,
Harus Kita Selesaikan !
Kembara Tani


enno siswanto,se berkata,
September 5, 2008 pada 9:39 pm
hai aku orang kunduran asli lho tapi wong temas, sonokidul jenengku enno siswanto,hebat aku bangga sama anak muda seperti anda lebih2 org kunduran,o yah.. smpku smp 1 kund. tamat thn 86/87 kenal sama arif syamsuhuda tinggal di dekat terminal bossnya dulu jualan di pasar, salam kenAL aku kangen tuh sama kampung halamanku sekarang aku tinggal di kota Medan bersama anak istriku sejak thn 1991 dan sudah menetap di Mdn tapi lebaran sering pulang ke Temas Kunduran bikin dong acara utk kumpul bagi komunitas kunduran hub. email :ennobraga@gmail.com Hp.08566300202,081263300202. daa salaaam.
kembaratani berkata,
September 5, 2008 pada 9:47 pm
Lam kenal juga Mas … makasih mau mampir. Wah, jauh banget tuh sampe nyasar ke medan he…he… Ok Mas, Insya Allah nanti saya sampaikan ke temen2 di kunduran, siapa tahu jadi inspirasi buat bikin komunitas silaturahmi wong kunduran. Sekarang, kunduran sedang berkembang menjadi sentra ekonomi, sukses dan dalam buat keluarga.