Danau Masa Lalu

7 Mei 2009 at 4:00 am (Cerita Hati) (, , )


Seringkali saya memperhatikan tingkah polah anak saya yang baru belajar berlarian.  Pada usianya yang masuk tahun kedua, sekarang anak saya sudah menjadi kembara kecil, merangkak dan berlarian kemana-mana, memegang apa saja yang ingin dipegangnya, jari telunjuk mungilnya menunjuk lurus ke arah apa saja yang ingin diambilnya, termasuk kegiatan rutinnya membuka etalase dan mengacak-ngacak pajangan benang, pita, retsliting dan apa pun yang ada didalamnya.  Jika dilarang, dia akan berteriak marah, mata sipitnya melotot lucu.  Jika ibunya memaksanya berhenti, sudah dipastikan dia akan berteriak protes lalu menyerang dengan menggigit tangan atau paha ibunya.  Jika sudah begitu, biasanya dia akan meminta pertolongan saya, merentangkan keduatangannya dan mengadukan perbuatan ibunya sambil terus ngomel sambil nangis.  Barangkali, dia sudah bisa merasakan bahwa saya lebih cenderung membiarkannya berbuat apa saja. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Honeybee Pollen, “Makanan Sempurna” Para Raja dan Ratu.

19 September 2008 at 1:28 am (Cerita Hati, Desa Hutan Kita) (, , , , )

Honeybee Pollen itu apaan sih ‘mbak?

Honeybee Pollen adalah makanan yang dihasilkan lebah, merupakan campuran madu dan serbuk sari dari bunga. Sudah sejak lama makanan yang satu ini, dikenal sebagai makanan utama bagi daya dukung sempurna kesehatan manusia.   Bahkan, menimbulkan gairah muda yang abadi.

Honeybee Pollen dinobatkan sebagai makanan paling lengkap yang pernah ada, menyediakan segala hal yang dibutuhkan tubuh dan melindunginya untuk periode waktu yang lama. Beberapa dasawarsa yang lalu, Honeybee Pollen menjadi pusat perhatian para ilmuwan karena formulasi ajaibnya yang mengandung hampir semua nutrients yang saat ini dikenal.  Tidak ada satu pun makanan yang mengandung nutrients selengkap ini.

Ini makanan apa obat sih?

Ya ‘gak ‘tau, yang pasti bukan onderdil ‘dech, :D yang jelas Honeybee Pollen direkomendasikan untuk digunakan sebagai obat beragam penyakit, karena memiliki sumber kekuatan regenerative yang dapat memulihkan kekuatan badan. Dalam literatur kuno, Honeybee Pollen digunakan sebagai sajian rahasia bagi para dewa dan raja-raja kuno, untuk mempertahankan masa muda mereka agar tetap abadi.  Dewasa ini, para ilmuwan menyadari bahwa Honeybee Pollen kaya dengan zat penyembuh ajaib dan mengkonsumsi Honeybee Pollen berdampak nyata pada peremajaan sel-sel dalam tubuh. Baca entri selengkapnya »

Permalink 3 Komentar

Forest in pdf File

6 September 2008 at 7:39 pm (Cerita Hati) (, , , , )

Seorang teman mengeluh tentang sulitnya mencari literatur tentang hutan dan kehutanan.  Padahal, begitu banyak literatur tentang hutan dan kehutanan bertebaran di dunia maya.  Selidik punya selidik, ternyata yang dimaksud sulit oleh teman saya adalah mahalnya biaya untuk membeli banyak judul buku.  Pasalnya, informasi yang terkandung dalam satu judul buku, ternyata tidak dapat memuaskan keinginannya memiliki banyak informasi.

Lucunya, ketika saya beritahu untuk mencoba mesin pencari file berformat pdf , sang teman malah bingung karena harus mengunduh begitu banyak informasi.  Kali ini, masalahnya adalah waktu untuk mengunduh fle yang dicari dan tentu saja berkaitan dengan biaya online.  Selain itu, ribetnya harus mencari dan mengunduh satu-satu materi dalam file yang dicari dan kebetulan ditemukan.  Padahal, sudah ada software yang dapat melakukan pengunduhan sekaligus banyak file seperti downthemall misalnya.

Maksud hati membantu sang teman, saya pun mencoba mencari literatur dengan keyword forest, deforestation, forest conservation dan sebangsa forest-forest lainnya :D dengan menggunakan dua alat tadi, mesin pencari file berformat pdf dan software downthemall.  Hasilnya, memang luar biasa banyak dan relatif lengkap.  Dan, sang teman pun menghadiahi saya senyum termanisnya.

Melihat file sebegitu banyak dan materi yang jelas-jelas sayang untuk dibuang, maka saya pun berfikir mungkin ada banyak orang yang seperti sang teman tadi.  Karena itu, file-file tersebut saya kumpulkan dan disajikan dalam blog khusus yang saya beri nama Forest in pdf File.  Maksudnya, siapa pun para sahabat netter or bloger yang kebetulan membutuhkannya, silahkan unduh sendiri.

Termasuk didalamnya data terakhir tentang statistika kehutanan Indonesia yang dipublikasikan oleh Departemen Kehutanan, yakni EKSEKUTIF DATA STRATEGIS KEHUTANAN TAHUN 2007 yang terdiri dari 48 file pdf.  Dan, STATISTIK KEHUTANAN INDONESIA TAHUN 2006 yang terdiri dari 122 file pdf.  Untuk memudahkan, dua kumpulan data ini sudah saya zip dan silahkan unduh di sini.  Selamat membaca.

Permalink 2 Komentar

Salahkah jika harus Terpisah?

28 Agustus 2008 at 12:53 am (Cerita Hati) (, , , , )

Seorang teman, pegawai Perum Perhutani, “mengadu” gara-gara tidak diijinkan Kanitnya untuk mengikuti pertemuan Serikat Pekerja yang baru lahir dengan jajaran Direksi.  Seperti biasa, saya hanya senyam-senyum mendengar gerutuannya.  Tidak disangka, puluhan sms pun masuk dengan nada yang hampir sama.  Beberapa mempertanyakan apa pendapat saya atas hadirnya 2 serikat karyawan di Perum Perhutani.

Saya pun menjwab dengan kalimat yang sama, seperti ini :

“Kawan, meskipun sama-sama zat cair, Air dan Minyak jelas-jelas akan lebih bermanfaat bila berada dalam dua wadah yang terpisah.  Tidak ada yang salah dengan keterpisahan.  Itu jalan untuk mengambil manfaat yang lebih besar.  Fastabikhul khoerot, Berlomba-lombalah dalam kebaikan”.

Dari sekian banyak yang balas, hanya satu yang membuat saya merenung.  Dia, menulis seperti ini :

“Kata-kata bijak hanya dapat dipahami oleh hati yang bijak pula.  Jika angkara memenuhi jiwa, maka hanya keserakahan yang memenuhi hatinya”.

Benarkah ?  Lantas, bagaimana halnya dengan amanah pengelolaan hutan Jawa yang ada ditangan kawan-kawan yang menyebut diri Rimbawan ini?  Janganlah sampai kawanku, rakyat mempertimbangkan lagi penyerahan amanah pengelolaan hutan negara ini, hanya karena keterpisahan yang tidak dapat dipahami dengan hati.

Salam Hutan Lestari.

Permalink 7 Komentar

Durenan, Desa Hutan yang Tergadaikan

28 Agustus 2008 at 12:37 am (Cerita Hati) (, , , , , , , , )

Sukamto, TPM KPH Saradan, dalam forum Training of Trainer bagi TPM PHBM se Unit II Jawa Timur, berceritera tentang kondisi sebuah desa hutan yang membuat saya terhenyak.  Tampak jelas kepedulian dan keyakinan terpancar dalam ekspresi dan intonasi kata yang dituturkannya. Tidak sabar, saya pun ingin memastikan dan meyaksikan sendiri kebenaran ceritanya.  Bukan tidak percaya atas informasinya, tetapi lebih kepada keingintahuan atas kondisi yang digambarkannya, yakni sebuah desa hutan yang kaya sekaligus miskin pada saat bersamaan.

Sebenarnya, gambaran seperti itu merupakan gambaran nyata desa hutan pada umumnya.  Komunitas Desa hutan adalah komunitas yang kaya dengan sumberdaya alam yang berlimpah. Namun pada saat bersamaan juga komunitas yang sebagian besar termasuk kelompok miskin, karena ketidakmampuannya mengkonversi kekayaan tersebut menjadi sumber pendapatan yang layak.

Desa Durenan, Kec. Gemarang Kab. Madiun, berbeda dengan gambaran tersebut.  Komunitas desa (hutan) Durenan, miskin karena sumberdaya alam miliknya, berupa pohon buah-buahan, digadaikan pada para pemilik modal yang meminjamkan sejumlah uang kepada mereka.  Sistim gadai yang disepakati, mengharuskan mereka menyerahkan seluruh hasil panen pohon buah-buahannya kepada pemilik modal, selama pinjaman mereka belum dapat dilunasi.

Lingkaran ketidakberdayaan pun muncul tak berakhir. Masyarakat Durenan kehilangan sumber pendapatan dari pohon buah-buahan milik mereka, sehingga mereka tidak mampu mengembalikan pinjamannya,  Dan, karena tidak mampu mengembalikan pinjamannya itu, maka mereka harus tetap kehilangan sumber pendapatan dari pohon buah-buahan miliknya. Akibatnya, bertahun-tahun mereka terjebak dalam lingkaran ketidakberdayaan sebagai akibat sistim gadai yang mereka sepakati. Baca entri selengkapnya »

Permalink 3 Komentar

“Bicara dengan Data, Bertindak dengan Rencana”

28 Agustus 2008 at 12:26 am (Cerita Hati) (, , , , , )

Kekuatan Data dan Informasi

Ungkapan “siapa yang menguasai data dan informasi, maka dia akan menguasai dunia”, tentu pernah kita dengar.  Begitu pula dengan ungkapan “buku adalah jendela dunia”, sering pula kita dengar.  Sebenarnya, apa sih yang dimiliki buku sehingga diumpamakan sebagai jendela dunia? Artinya, seperti sebuah jendela, dengan buku itu kita dapat melihat tempat dan mengetahui apa pun di dunia tanpa harus datang mengunjunginya.

Jawabannya, karena buku memiliki banyak Data dan Informasi.  Lantas, kekuatan seperti apakah yang dimiliki Data dan Informasi, sampai-sampai diumpamakan bahwa yang menguasainya akan dapat menguasai dunia ?  Untuk menjawabnya,  saya akan mengajak anda untuk bertanya pada diri sendiri dengan serangkaian pertanyaan-pertanyaan.

Setelah anda mengikuti dan menyelesaikan langkah ketiga, anda mengetahui bahwa desa hutan memiliki potensi yang sangat besar, tapi mengapa selama ini mereka selalu berada dalam kondisi ketidakberdayaan ?  Mengapa potensi itu tidak dapat merubah kehidupan warganya ? Mengapa mereka mengalami “kesulitan hidup” ditengah “kelimpahan bahan untuk hidup” ?  Mengapa mereka miskin ditengah kekayaan alam ?  Jika pun mereka harus mati dalam keadaan miskin, mengapa pula mereka seperti ayam mati kelaparan di lumbung padi ? Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Mengambil tanpa Mengurangi

28 Agustus 2008 at 12:21 am (Cerita Hati) (, , , )

Lingkungan adalah Hidup Kita

Saya sungguh sangat beruntung, lahir dan besar di lingkungan desa pantai pesisir selatan Jawa Barat, tepatnya Pantai Pangandran di Ciamis Selatan.  Sebuah desa teluk yang merupakan perpaduan nuansa kehidupan desa nelayan dan pertanian.  Eyang saya termasuk orang kaya, memiliki perahu, jaring, kebun kelapa dan hamparan sawah.  Ayah saya memiliki sebuah penginapan sederhana tepat di tepi pantai, beberapa meter disebelahnya terdapat hutan alam yang dikenal dengan nama Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Begitu banyak orang disekitar Eyang saya yang hidupnya sangat tergantung pada beliau.  Meskipun beliau itu kakek dan nenek dari ayah saya, tapi entah mengapa saya memanggil beliau berdua dengan sebutan Nene dan Aki (nenek dan kakek).

Saya besar dalam pengasuhan keduanya dan sekali lagi, saya sangat beruntung karena keduanya sangat memanjakan saya.

Masa kecil saya penuh berisi “permainan dan kenakalan” khas anak pantai di tepi hutan, interaksi dengan hutan dan laut lepas adalah keseharian saya.  Kucing-kucingan adalah permainan yang biasa dilakukan anak-anak, tapi kami melakukannya di atas pohon, melompat dari dahan ke dahan, saling kerjar dan menghindar, atau uji nyali bertatapan dan adu teriak dengan monyet di atas pohon.  Jika berhasil mengusir monyet, kami pun menepuk dada dan berteriak seperti Tarzan.  Kadang menelusuri gua dan sungai bening di dalam hutan, mandi di mata air atau air terjun yang langsung mengalir ke laut.

Jujur saja, sebenarnya saya dilarang masuk ke dalam hutan, karena Aki bilang di dalam hutan banyak sekali petilasan karuhun (nenek moyang) saya yang tidak boleh dirambah.  Mengambil sesuatu di hutan sangat dipantang, meskipun itu hanya sepotong ranting kering, jika nekad melakukannya dan ketahuan, Aki akan menjemur saya di halaman dan ditonton banyak orang. Baca entri selengkapnya »

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.