Yaa Rabbi,
Siapa pun yang kelak Engkau jadikan pemimpin bagi negeri karunia-Mu ini,
janganlah Engkau jadikan dia seperti layang-layang, semakin tinggi melayang ….
semakin jauh pula dari bumi tempat hamba-Mu berpijak.
Jadikanlah dia seperti sebatang pohon, semakin tinggi menjulang …
semakin kuat akar mencengkram, semakin kokoh batang menopang, dan …
tajuk pun semakin rindang pula melindungi hamba-Mu,
yang terpanggang terik kemiskinan.
Amin yaa Rabbul ‘alamin.


MUR berkata,
Juni 3, 2009 pada 6:24 pm
Amien yaa Rabbal Al Amin
Sungguh merupakan harapan banyak orang, namun mereka tak mengerti apa yang harus diperbuat
Dalam kemiskinan harta orang masih bisa berupaya
Kemiskinan hati membuat orang selalu lupa. Lupa akan jati diri dan asal usulnya.
Semoga bangsa nan luhur di masa lalu bisa menjaga keluhurannya dan terhindar dari hasutan duniawi dengan pakaian konsumerisme dengan bacaan demokratisme
Bangsa yang adilihung kini tengah dalam ujian berat
karena rakyatnya sudah memulai memakan rakyat
Para ksatria hilang ksatrianya
Para Pendeta tak miliki pelita
Semoga Allah swt ridla
mengampuni
melindungi
merakhmati
Amin