Visi Misi Perum Perhutani Berubah, sebuah Penyesatan Persepsi ?

Seorang teman, mensosialisasikan Visi dan Misi Perum Perhutani melalui berbagai media, termasuk milis di dunia maya seperti di milis Rimbawan Interaktif.  Meski sebelumnya banyak informasi yang menyampaikan hal yang sama kepaa saya, tapi baru di milis itulah saya membacanya dengan lengkap.  Untuk memudahkan pemahan, berikut isi dari informasi yang saya terima di milis Rimbawan Interaktif (seasli-aslinya);

From: Darman Purba <darmanpurba@ yahoo.com>
Subject: [rimbawan-interakti f] Sosialisasi Visi dan Misi Perum Perhutani to multistakeholder
To: rimbawan-interaktif @yahoogroups. com
Date: Wednesday, March 4, 2009, 2:25 AM

Salam hangat kami, perkenankan kami melalui rimbawan interaktif untuk mengkomunikasikan visi dan misi Perum Perhutani sebagai salah satu BUMN yang sadah lama berkiprah dalam mengelola dan menjaga eksistensi hutan Jawa.
Visi Perhutani : Menjadi Pengelola Hutan Lestari untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Misi Perhutani:

1. Mengelola sumberdaya hutan dengan prinsip Pengelolaan Hutan Lesatari berdasarkan karekteristik wilayah dan Daya Dukung Daerah Alisan Sungai (DAS) serta meningkatkan manfaat hasil hutan kayu dan bukan kayu, ekowisata, jasa lingkungan, agroforestry serta potensi usaha berbasis kehutanan lainnya guna menghasilkan keuntungan untuk menjamin pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

2. Membangun dan mengembangkan perusahaan, organisasi serta sumberdaya manusia perusahaan yang modern, profesional dan handal serta memberdayakan masyarakat desa hutan melalui pengembangan lembaga perekonomian koperasi masyarakat desa hutan atau koperasi petani hutan.

3. Mendukung dan turut berperan-serta dalam pembangunan wilayah secara regional dan nasional, serta memberikan kontribusi secara aktif dalam penyelesaian masalah lingkungan regional, nasional dan internasional.

Trimakasih buat rekan-rekan untuk lebih mengenal lebih dekat Perum Perhutani silakan kunjungi website kami http://www.perumper hutani.com.

Humas Eksternal Perhutani

Darman E Purba

Membaca Visi baru tersebut, tampak sekali keseriusan Perum Perhutani untuk memperbaiki diri dengan mencoba memilih kalimat yang menjawab “isyu tetap” yang sering dilontarkan kepadanya sebagai kritik.  Atau setidaknya sebagai sebuah pertanyaan atas pengelolaan sumberdaya hutan yang diamanahkan kepadanya.  Sepertinya, Perum Perhutani ingin mengatakan “Saat ini Kami mengelola hutan dengan prinsip-prinsip kelestarian”. Dan hasil akhirnya? Tentu saja Hutan Lestari ! Bahkan, diimbuhi dengan niatan mulia, untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.  Saya melihatnya sebagai sebuah pengakuan yang jujur dan kejujuran adalah awal yang baik.  Untuk itu, tentu saja terlebih dahulu harus kita sambut dan jangan buru-buru kita sambit dengan beragam keraguan sebagai kristalisasi rekam jejak perilaku, sikap mental dan karakter para implementatornya .

Dengan tidak mengurangi penghargaan atas niatan yang tercermin dalam Visi baru tersebut, kiranya elite Perum Perhutani harus menyadari pula bahwa munculnya keraguan dan bahkan cibiran atas lahirnya visi tersebut, karena publik tidak melihat pengkondisian yang mengarah pada pencapaian visinya itu.

Dalam sebuah diskusi kecil, teman-teman yang memang menjadikan isyu “hutan lestari” sebagai bidang dedikasinya, justru banyak menyoroti struktur, pola kerja, budaya lama dan pengawasan yang berjalan kearah sebaliknya dari visi yang ingin dicapai.  Ujung-ujungnya, bukan hanya keraguan, tetapi juga cemoohan.

Saya pikir sangat wajar karena Visi tanpa diiringi pengkondisian implementasi kearahnya, hanyalah sebuah manipulasi opini dan penyesatan persepsi.  Atau dengan kata lain, hanya untaian kata indah untuk menarik simpati saja, entah simpati untuk apa dan siapa. Atau bahkan, sebuah kemasan indah yang membungkus perilaku pengelolaan sumberdaya hutan yang (jangan-jangan) justru jauh dari predikat Pengelola Hutan Lestari.

Saya sendiri banyak memiliki keraguan dari sisi yang berbeda, sisi kesejahteraan masyarakat desa di sekitar hutan. Visi baru tersebut menyebut, …. untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.  Sebuah kalimat klasik yang ingin menciptakan kesan Perum Perhutani Pro Rakyat. Lantas, dalam uraian Misinya disebutkan pula dalam point kedua (2). “Membangun dan mengembangkan perusahaan, organisasi serta sumberdaya manusia perusahaan yang modern, profesional dan handal serta memberdayakan masyarakat desa hutan melalui pengembangan lembaga perekonomian koperasi masyarakat desa hutan atau koperasi petani hutan”.

Tampaknya memang selaras kalimat, … memberdayakan masyarakat desa hutan melalui pengembangan lembaga perekonomian koperasi masyarakat desa hutan atau koperasi petani hutan,… sebagai wujud dari… untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.  Namun, benarkah… membangun dan mengembangkan perusahaan, organisasi serta sumberdaya manusia perusahaan yang modern, profesional dan handal…. yang tengah atau baru akan dilakukan telah mengarah pada pengkondisian untuk …. memberdayakan masyarakat desa hutan?

Sebagai bahan untuk menjawab pertanyaan inti di atas, berikut saya sampaikan pertanyaan antara yang akan menghantarkan kita pada kesimpulan.

1.      Apakah daya dukung untuk implementasi PHBM Plus, telah benar-benar disediakan?

a.      Sudahkah anggaran PHBM Plus mencapai 10 % sebagaimana SK PHBM Plus?

b.      Sudahkah memiliki database desa hutan yang menjelaskan kondisi dan potensi sebagai dasar pemberdayaan masyarakatnya?

c.       Sudahkah memiliki Rencana Strategis PHBM Plus ? Blue Print atau apa pun namanya yang menjelaskan mau kemana sebenarnya PHBM Plus ini ?

d.      Kualitas dan kuantitas SDM implementator PHBM Plus? Adakah kriteria, kualifikasi atau kewenangan yang efektif untuk keberhasilan PHBM Plus?

e.      Apakah struktur saat ini sudah menjawab kendala implementasi PHBM Plus di lapangan?

2.      Berapa besar prosentase keberhasilan PHBM Plus sesungguhnya? Berapa banyak desa hutan yang sudah dianggap berhasil?

3.      Berapa besar dampaknya terhadap IPM dan pembangunan wilayah? Apakah sudah memiliki metode pengukuran para meternya?

4.      Hubungan LMDH sebagai entitas sosio ekonomi masyarakat desa hutan dengan koperasi-koperasi yang akan didirikan seperti apa? Apakah benar koperasi akan menolong masyarakat desa hutan? Apakah bukan hanya akan melahirkan elite desa hutan yang justru menjadikan masyarakat desa hutan sebagai ladang usaha?

5.      Bagaimana komunikasi Perum Perhutani dengan pengambil kebijakan di setiap tingkatan? Dan sejauhmana sinergi multi pihak sudah terbentuk?

Pertanyaan-pertanyaan antara diatas, kiranya dapat menjadi bahan renungan agar tidak terlalu mudah untuk meluncurkan sebuah visi tanpa upaya jelas melakukan pengkondisian untuk mencapainya.  Ini sangat penting karena sesungguhnya Perum Perhutani itu adalah aset negara, aset bangsa, milik rakyat dan bukan milik satu golongan, kelompok, apalagi sekumpulan kecil orang yang merasa bahwa hutan Jawa dan Madura berada dalam genggamannya.

Pada kesempatan lain, jika sempat dan memiliki waktu luang, saya akan menguraikan pertanyaan-pertanyaan antara tersebut dengan fakta-fakta nyata yang terjadi, berkembang dan kecenderungan arahnya.  Apakah sejalan dengan Visi baru ini, ataukah justru berjalan bertentangan arah?  Rakyat Indonesia yang akan menilai dan memutuskan, apakah perlu untuk meninjau ulang amanah pengelolaan hutan Jawa dan Madura ini.

Salam Hutan Lestari, Masyarakat (desa hutan) Sejahtera !

1 Komentar

  1. mas khotim berkata,

    Maret 25, 2009 pada 4:03 pm

    Itulah pakde, rekam jejak menjadi sangat penting dalam era rekayasa seperti saat ini. Dan inilah yang harus terus kita kawal ‘hutan lestari, masyarakat (desa hutan) sejahtera’ sampai kapan pun. Metode dan langkahnya marilah kita rumuskan dan rembug bersama, tanpa prasangka dan dengan tujuan kita kurangi atau hilangkan praktek nakal yang merugikan orang banyak. Sudah cukup negeri ini disakiti.

    Saya mendukung, langkah panjengan pakde! Ayo dirembug karena peran kita dalam hal rembug merembug je


Tulis sebuah Komentar