“Bicara dengan Data, Bertindak dengan Rencana”

28 Agustus 2008 at 12:26 am (Cerita Hati) (, , , , , )


Kekuatan Data dan Informasi

Ungkapan “siapa yang menguasai data dan informasi, maka dia akan menguasai dunia”, tentu pernah kita dengar.  Begitu pula dengan ungkapan “buku adalah jendela dunia”, sering pula kita dengar.  Sebenarnya, apa sih yang dimiliki buku sehingga diumpamakan sebagai jendela dunia? Artinya, seperti sebuah jendela, dengan buku itu kita dapat melihat tempat dan mengetahui apa pun di dunia tanpa harus datang mengunjunginya.

Jawabannya, karena buku memiliki banyak Data dan Informasi.  Lantas, kekuatan seperti apakah yang dimiliki Data dan Informasi, sampai-sampai diumpamakan bahwa yang menguasainya akan dapat menguasai dunia ?  Untuk menjawabnya,  saya akan mengajak anda untuk bertanya pada diri sendiri dengan serangkaian pertanyaan-pertanyaan.

Setelah anda mengikuti dan menyelesaikan langkah ketiga, anda mengetahui bahwa desa hutan memiliki potensi yang sangat besar, tapi mengapa selama ini mereka selalu berada dalam kondisi ketidakberdayaan ?  Mengapa potensi itu tidak dapat merubah kehidupan warganya ? Mengapa mereka mengalami “kesulitan hidup” ditengah “kelimpahan bahan untuk hidup” ?  Mengapa mereka miskin ditengah kekayaan alam ?  Jika pun mereka harus mati dalam keadaan miskin, mengapa pula mereka seperti ayam mati kelaparan di lumbung padi ?

Mengapa Sugeng Sudjiwo, Ketua LMDH Wana Lestari, hanya mampu melihat uang sebesar 48 juta rupiah setiap bulan, lewat begitu saja di depan rumahnya?  Mengapa harus pedagang besar di Solo, Semarang, Jogja dan kota-kota lainnya, yang menikmati keuntungan berlipat-lipat dari pisang, dibanding orang Sambong yang menanam, memelihgara, memanen dan mengangkut pisangnya itu ke pasar?  Mengapa pula nilai pisang Desa Sambong yang setara dengan Rp 600 juta – Rp 1 Milyar, tidak dapat merubah kehidupan warganya ?

Kemudian, mengapa seorang Sudarto, Ketua LMDH Aman Sentosa, Desa Guwo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, mampu menghasilkan aliran dana setiap tahun dengan hitungan Milyar rupiah bagi kas LMDH ? dan itu pun hanya diperolehnya dari tanaman Kapuk randu (Ceiba pentandra (L) Gartin var. Indica (DC) Bakh).  Dan, mengapa pula Suparno, Ketua LMDH Argo Mulyo, Desa Sugihwaras Kec. Ngluyu Kab. Nganjuk, menjadi jugjugan bagi mereka yang ingin meniru keberhasilan bisnis porangnya ?  Atau, Indra Gunawan, Ketua LMDH Kidang Keling, Banyuwangi, dengan komoditas lidah buaya dan vanilinya ?  Dan, mengapa pula hanya Heri Sujarwanto, TPM Ngawi, yang tertarik memberdayakan perempuan desa hutan ? Sementara yang lain masih sibuk sosialisasi PHBM ?

Menurut saya, jawabannya adalah karena penguasaan data dan informasi yang berbeda diantara mereka.  Sebagaian besar warga desa hutan tidak memiliki data lengkap dan akurat tentang apa yang sesungguhnya mereka miliki.  Jika pun memilikinya, sebagian besar dari mereka tidak mengetahui informasi lanjutannya, seperti informasi teknologi budidaya, teknologi pengolahan pasca panen, informasi pasar dan pangsa pasarnya, informasi permodalan, serta sumber-sumber informasi usaha lainnya.  Seperti yang dialami Sugeng Sujiwo dan para ketua LMDH lainnya.

Berbeda dengan Sudarto, Suparno, Indra Gunawan dan Heri Sujarwanto, mereka mengetahui dengan pasti data dan informasi tentang apa yang diusahakannya.  Sehingga, wajar apabila mereka kemudian berada beberapa langkah dari rekan-rekan lainnya yang tidak memiliki data dan informasi tentangnya.

Apakah anda sudah dapat menangkap bagaimana data dan informasi memberikan kekuatan kepada yang memilikinya ?  Jika belum, berikut saya ajak anda untuk sedikit keluar dari desa hutan, yaitu ke dunia intelijen J.

Dalam buku “Intelligence as a science” (intelijen sebagai ilmu) yang ditulis mayjen (purn) Inf. RM Jono Hatmodjo (2003), intelijen adalah suatu ilmu atau pengetahuan untuk mengumpulkan atau menilai bahan keterangan yang berguna bagi kepentingan pemakai intelijen itu sendiri, yang dapat berupa perorangan (individu), komandan militer, atau seorang pembuat kebijakan (policy maker), yang dapat pula suatu instansi, kepala negara, atau kepala pemerintahan.

Jika memahami definisi intelijen tersebut, sesungguhnya nyawa dari intelijen itu sendiri adalah bahan keterangan yang tidak lain adalah data dan informasi.  Jika anda mengetahui dan juga meyakini begitu besarnya kekuatan sebuah institusi intelijen (misalnya CIA dan FBI di Amerika, Mossad di Israel, KGB di Rusia dan tentunya BIN milik kita bersama J), maka sesungguhnya institusi intelijen tersebut tidak memiliki kekuatan apa pun jika tidak memiliki data dan informasi.  Jadi, kekuatan sesungguhnya dari intelijen tersebut terletak pada data dan informasi yang mereka miliki, termasuk bagaimana cara mendapatkan dan mempertahankannya.

Apakah anda sudah dapat menangkap bagaimana data dan informasi memberikan kekuatan kepada yang memilikinya ?  Jika belum juga, ah masa sih ? caapeee ….deeh J.

Berbicara dengan Data

“Selalu punya nilai lebih dan lebih bernilai jika kita selalu bicara dengan data “, pesan Pak Sis (Siswono Yudo Husodo) kepada saya.  Pesan itu pula yang selalu saya pegang dan mewarnai laporan-laporan perjalanan saya selaku Kembara Tani.  Dalam sebuah suratnya, DR. Bayu Krisnamurthi, Deputi Bidang Koordinator Pertanian dan Kelautan, Kemenko Perekonomian, memberikan respon resmi atas laporan-laporan saya dengan kalimat, “Terima kasih atas pengiriman laporan perjalanannya yang sangat menarik, suatu realitas di masyarakat kita yang belum banyak dipahami.  Akan sangat berguna apabila tulisan ini juga dibaca oleh para pengambil keputusan yang lain (DPR, DPRD, Pemda, Lembaga/Departemen/Instansi non pertanian)”.   Meski dengan kalimat singkat, surat itu sering jadi stimulan bagi saya jika semangat saya sedang drop.

Hal yang sama juga disampaikan pak Sis ketika saya sampaikan laporan perjalanan berjudul “Ada Petani di Malioboro”, suatu paparan tentang kondisi petani di Prop. DI Yogyakarta.  Menurutnya, sudut bidik saya pas karena mengungkap data bahwa banyak sekali petani yang pergi meninggalkan sawah dan ladangnya, membanjiri Malioboro untuk mengais rizki guna membeli beras.  Petani pun ternyata beli beras.   Belakangan, saya mengetahui kalimat ini pun sering digunakan para wakil kita di DPR untuk melakukan pembenaran atas import beras, yang ditujukan kepada organisasi-organisasi petani yang menentangnya.

Mengapa hal itu terjadi ?  karena laporan-laporan yang saya sampaikan tidak pernah lepas dari data dan data.  Bahkan, data itu pun merupakan data yang bersumber langsung dari pelaku.  Saya tidak melihat perbedaan mencolok kemampuan saya dengan anda dalam memperjuangkan masyarakat desa hutan, kecuali saya berani berbicara dengan data di depan siapa pun dan kepada siapa pun.  Sebetulnya, anda jauh lebih paham dari saya tentang kehidupan nyata masyarakat desa hutan, karena anda berada dalam nafas kesehariannya.

Lantas, mengapa sedikit sekali dari anda yang mampu menembus birokrasi elite pemerintahan pusat ? memiliki posisi tawar yang cukup ketika harus berhadapan dengan para pengambil keputusan ? analisa saya karena sedikit sekali dari anda yang suka berbicara dengan data.  Anda jarang sekali berbicara dengan data.  Atau lebih parah lagi, anda tidak pernah tertarik untuk mengumpulkan dan menyimpan data, sehingga anda Tidak Punya Data dan karenanya tidak memiliki kekuatan data ! Padahal, disekitar anda banyak sekali data yang dapat menjadi bekal pada saat anda berhadapan dengan para pengambil kebijakan.

Apakah anda berpikir semua orang tahu tentang data yang anda tulis ?

Tentu saja tida.

Apakah anda pun berpikir bahwa data yang anda tulis tersebut tidak bermanfaat bagi orang lain ?  Wah, anda keliru besar.  Suatu saat anda akan terkejut menyaksikan apa yang dapat dilakukan dengan data yang telah anda kumpulkan.

Berbicara dengan Data dan Bertindak dengan Rencana, harus menjadi gaya hidup kita.  Semoga apa yang kita lakukan bersama, selalu punya nilai lebih dan selalu lebih bernilai.

Amin.

Kembara Tani

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.