Kemenangan itu …

Kemenangan itu beban amanah …,

kekalahan itu diselamatkan karena Tuhan tidak menghendaki hamba-Nya terjerumus ke jurang yang menyengsarakan…,

menerima kehendak-Nya (bagaimana pun jalannya) adalah suatu keharusan yang tak bisa ditentang.

Bersatulah dan jangan berseteru saudaraku, mari Bangkit dan Berlari demi Negeri kita ini.

Desa hutan dan PILPRES

Desa hutan, mmm … adakah dalam peta penguasa dan politisi negeri ini ?

Ironis memang, semua bicara kemiskinan, tapi tak ada satu pun yang menyebut desa hutan, padahal 20 juta masyarakatnya jelas-jelas miskin. Tidak heran jika mereka lebih memilih ke hutan daripada ke TPS.

Jangan putus asa saudaraku, Bergerak ! terus gerakan jarimu ‘tuk merenda kesejahteraan di batas hutan.

Bangsa dan NKRI ini masih milik kita.

Do’a untuk sang calon Presiden

Yaa Rabbi,

Siapa pun yang kelak Engkau jadikan pemimpin bagi negeri karunia-Mu ini,

janganlah Engkau jadikan dia seperti layang-layang, semakin tinggi melayang ….

semakin jauh pula dari bumi tempat hamba-Mu berpijak.

Jadikanlah dia seperti sebatang pohon, semakin tinggi menjulang …

semakin kuat akar mencengkram, semakin kokoh batang menopang, dan …

tajuk pun semakin rindang pula melindungi hamba-Mu,

yang terpanggang terik kemiskinan.

Amin yaa Rabbul ‘alamin.

Danau Masa Lalu


Seringkali saya memperhatikan tingkah polah anak saya yang baru belajar berlarian.  Pada usianya yang masuk tahun kedua, sekarang anak saya sudah menjadi kembara kecil, merangkak dan berlarian kemana-mana, memegang apa saja yang ingin dipegangnya, jari telunjuk mungilnya menunjuk lurus ke arah apa saja yang ingin diambilnya, termasuk kegiatan rutinnya membuka etalase dan mengacak-ngacak pajangan benang, pita, retsliting dan apa pun yang ada didalamnya.  Jika dilarang, dia akan berteriak marah, mata sipitnya melotot lucu.  Jika ibunya memaksanya berhenti, sudah dipastikan dia akan berteriak protes lalu menyerang dengan menggigit tangan atau paha ibunya.  Jika sudah begitu, biasanya dia akan meminta pertolongan saya, merentangkan keduatangannya dan mengadukan perbuatan ibunya sambil terus ngomel sambil nangis.  Barangkali, dia sudah bisa merasakan bahwa saya lebih cenderung membiarkannya berbuat apa saja. Baca entri selengkapnya »

MIMPI OASE DI PADANG METROPOLITAN

( Catatan Kembaratani di Batas Ibu Kota )

Rajawali Agung, ucap lelaki simpatik berperawakan tinggi dengan kumis tipisnya ini, sambil menyalamiku.  Dua pemuda yang tengah berbincang dengannya, turut pula menyalamiku. “Langsung ke lapangan yuk” ujarnya ketika menyalami sobat lamaku, Guntur Setiadi, yang disambutnya dengan anggukan pasti.

Sepanjang perjalanan menuju Dusun Cisaat, Desa Kertahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, keheranan dan pertanyaan semakin menumpuk dan terus bertambah. Betapa tidak, benakku menggambarkan Bekasi adalah wilayah yang padat dengan jejeran pabrik, gedung dan segala hiruk-pikuk ciri khas kawasan industri.  Komunitas masyarakatnya pun tentu saja dipenuhi oleh para pekerja industri, kaum buruh dan para pengusaha lengkap dengan gaya hidup khas komunitas industri.  Itu dalam benakku, karena jujur saja, Bekasi hampir tidak pernah mendapatkan perhatianku.  Pasalnya, ku pikir memang tidak ada hubungannya dengan minat aktivitasku sebagai Kembaratani.

Baca entri selengkapnya »

« Tulisan sebelumnya Halaman Berikutnya » Halaman Berikutnya »