Tiba saatnya, kembali Mengembara …

Pembaca yang budiman, setelah sekian lama komunikasi melalui blog ini terhenti, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Banyak hal yang menyebabkan terhentinya arus tulisan saya di blog ini, salah satunya adalah karena saya tidak melakukan pengembaraan dan lebih banyak menulis atau membantu menulis buku.

rasa kangen untuk bertemu saudara saya di batas hutan, tidak dapat dibendung lagi.  Akhirnya, … sampai juga saatnya kembali mengembara, “merasakan apa yang mereka katakan, mengatakan apa yang mereka rasakan”.  hasbunalloh wa ni’mal wakiil, n’mal mawla wa ni’man nashir.  “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik yang Mengurus dan sebaik-baik yang Menolong”.  Bismillah …

Semoga komunikasi kita tentang kisah perjalanan Kembaratani, dapat kembali terjalin melalui Blog ini.  Mohon do’a restu, semoga Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa, meridhoi perjalanan ini.  Amiiin.

Blora, 19 Januari 2010

Kembaratani.

Diam adalah Emas …

Apa yang tampak, seringkali bukanlah apa yang terjadi sesungguhnya.

Alangkah lebih bijak seandainya kita semua yang mencintai negeri ini untuk menahan diri, sekaligus menjaga diri untuk tidak turut larut dalam hal-hal yang sudah jelas-jelas kita benci.

Mari kita gunakan waktu kita untuk membantu sesama dengan karya nyata, bukan dengan menebar informasi tidak pasti dan saling tuding yang berujung fitnah.

Kemenangan itu …

Kemenangan itu beban amanah …,

kekalahan itu diselamatkan karena Tuhan tidak menghendaki hamba-Nya terjerumus ke jurang yang menyengsarakan…,

menerima kehendak-Nya (bagaimana pun jalannya) adalah suatu keharusan yang tak bisa ditentang.

Bersatulah dan jangan berseteru saudaraku, mari Bangkit dan Berlari demi Negeri kita ini.

Desa hutan dan PILPRES

Desa hutan, mmm … adakah dalam peta penguasa dan politisi negeri ini ?

Ironis memang, semua bicara kemiskinan, tapi tak ada satu pun yang menyebut desa hutan, padahal 20 juta masyarakatnya jelas-jelas miskin. Tidak heran jika mereka lebih memilih ke hutan daripada ke TPS.

Jangan putus asa saudaraku, Bergerak ! terus gerakan jarimu ‘tuk merenda kesejahteraan di batas hutan.

Bangsa dan NKRI ini masih milik kita.

Do’a untuk sang calon Presiden

Yaa Rabbi,

Siapa pun yang kelak Engkau jadikan pemimpin bagi negeri karunia-Mu ini,

janganlah Engkau jadikan dia seperti layang-layang, semakin tinggi melayang ….

semakin jauh pula dari bumi tempat hamba-Mu berpijak.

Jadikanlah dia seperti sebatang pohon, semakin tinggi menjulang …

semakin kuat akar mencengkram, semakin kokoh batang menopang, dan …

tajuk pun semakin rindang pula melindungi hamba-Mu,

yang terpanggang terik kemiskinan.

Amin yaa Rabbul ‘alamin.

« Entri lama